Minggu, 23 Mei 2010

Biola

Diposting oleh Ayu Aiueo di Minggu, Mei 23, 2010 0 komentar




Tahu kan, alat musik yang satu ini?
Jujur, saya jatuh cinta sama biola sejak ada Gaby Aji Setiabudi *adekuuuu*
Saya jadi pengen belajar biola, tapi disini jarang banget yang buka les biola.
Huh, ya sabar lah.. Pertama belajar keyboard dulu sambil cari-cari guru biola.

Nah, lo, jadi curhat, kan?
Ya, kembali lagi ke pembahasan.




Biola adalah sebuah alat musik dawai yang dimainkan dengan cara digesek. Biola memiliki empat senar (G-D-A-E) yang disetel berbeda satu sama lain dengan interval sempurna kelima. Nada yang paling rendah adalah G. Di antara keluarga biola, yaitu dengan viola dan cello, biola memiliki nada yang tertinggi. Alat musik dawai yang lainnya, bas, secara teknis masuk ke dalam keluarga viol. Kertas musik untuk biola hampir selalu menggunakan atau ditulis pada kunci G.

Sebuah nama yang lazim dipakai untuk biola ialah fiddle, dan biola seringkali disebut fiddle jika digunakan untuk memainkan lagu-lagu tradisional.

Di dalam bahasa Indonesia, orang yang memainkan biola disebut pemain biola (pebiola), atau violinis (Inggris: Violinist – bedakan dengan violis atau pemain viola). Orang yang membuat atau membetulkan alat musik berdawai disebut Luthier.


...



Biola tertua yang pernah dicatat yang memiliki empat senar seperti biola modern dibuat oleh Andrea Amati pada tahun 1555, walaupun tahun tepatnya diragukan. (Biola yang lebih awal hanya memiliki tiga senar, disebut violetta.

Anak-anak yang mulai belajar biola pada saat belum bertumbuh maksimal biasanya menggunakan biola yang berukuran lebih kecil yang dimulai dari yang terkecil 1/16, 1/10, 1/8, 1/4, 2/4 (1/2), 3/4, dan biola untuk dewasa 4/4. Kadang kadang biola berukuran 1/32 juga digunakan (ukurannya sangat kecil).


Senar biola dibuat dari usus domba, direntangkan, dikeringkan, lalu dipelintir. Pada suatu ketika ditemukan bahwa senar usus ini dapat dikembangkan dengan cara dicampuri logam. Hasil yang diperoleh dari proses ini adalah senar yang lebih kuat dan lebih seimbang, dan karena lebih padat dapat disetel dengan tekanan yang lebih besar, menghasilkan volume yang lebih besar pula. Dibanding dengan senar sintetis yang banyak digunakan sekarang, senar usus memiliki bunyi yang lebih hangat, seperti suara nyanyian.

Cara membunyikan biola dapat dengan digesek dengan busur maupun dipetik dengan jari tangan kanan (teknik ini disebut dengan pizzicato). Walaupun untuk pemain biasa memetik senar biola dengan teknik pizzicato selalu dilakukan dengan jari tangan kanan, namun ada pula pemain yang memetik dengan tangan kiri dan lagu-lagu khusus yang memerlukan kecepatan tinggi antara menggesek dengan busur dan memetik dengan jari sehingga jari tangan kiri yang digunakan.



...


Nah, itu sedikit tentang biola..
Semoga bermanfaat..

Selasa, 18 Mei 2010

Novel

Diposting oleh Ayu Aiueo di Selasa, Mei 18, 2010 0 komentar
Nih, aku mau cerita tentang novel yang aku sukai. Moga kalian juga bisa baca novel-novel ini, ya! Soalnya, isinya bagus-bagus (menurutku lho)


* Anak Kos Dodol




keren lho ceritanya..
Ini catatan pelajar di Jogja.. Aku baru punya satu seri doang, sih.
Padahal masih banyak seri lainnya. So, kalau ada yang penasaran, coba deh, baca!
Nggak ngebosenin deh! Dijamin!


*Incognito




Kalau dilihat dari judulnya, sih, pasti pada bingung. Apa sih, isi buku ini?
Nah, setelah aku baca, ternyata buku karangan Windhy Puspitadewi ini seru banget!
Petualangan dua sahabat yang menembus lorong waktu bersama anak dari masa lalu. Wah, mereka ketemu berbagai orang yang hanya mereka tahu dari buku-buku.
Selengkapnya, bisa baca sendiri!



* sHe



Ini juga karangan Windhy Puspitadewi. Tentang dua cewek, yang namanya hanya berbeda satu huruf, tapi ternyata pengaruh nama itu begitu besar. Sifat keduanya bertolak belakang, namun hal ini membuat mereka saling bersatu.
Baca lho! Nggak baca nyesel!



* Diary si Bocah Tengil




Untuk yang malas baca novel, karena mungkin, isinya cuma tulisan, nggak ada gambarnya lah.
Sekarang, ada novel yang cocok buat kamu yang malas baca novel. Soalnya, novel ini nggak cuma ada tulisannya, ada gambarnya juga. Menarik kan? Coba deh baca!


* Seperti Bintang




Tentang empat sahabat, yang tiga tahun berteman. Tapi, saat akan berpisah, malah terkuak kebohongan mereka, satu persatu. Apakah mereka bisa mempertahankan persahabatan itu??



..........................................


Itu aja yang bisa saya ulas...
Kalau ada novel lain yang menarik untuk dibaca, kasih tau, ya!
Bagi-bagi gitu..

Trims udah mau baca postinganku!

Rabu, 12 Mei 2010

Sebuah Cerita

Diposting oleh Ayu Aiueo di Rabu, Mei 12, 2010 0 komentar
Ada cerita, nih..
Sebuah mobil melaju lumayan kencang..
Nah, di lawan arah, seorang cowok ngebut pake motor..
Si pengemudi mobil nyalip lampu merah, dan dari arah si pengendara motor lampunya masih hijau, jadi dia jalan terus.

Dan... Terjadilah kecelakaan!
Kalau kayak gitu, yang salah siapa?

Kata ortu : yang salah si pengemudi mobil
Kata temen : yang benar si pengendara motor
Kata adik : yang salah si Komo (nah, kok jadi Komo?)

Tapi... Kalau kataku, yang salah sih yang baca cerita!
Kenapa??
Soalnya, udah tahu ada kecelakaan, bukannya ditolongin malah diem baca cerita ini..

Hehe..

Minggu, 09 Mei 2010

Polling

Diposting oleh Ayu Aiueo di Minggu, Mei 09, 2010 0 komentar
Cuma iseng-iseng..












pilih jawabanmu..
just have fun.. ^^

Rabu, 05 Mei 2010

Album "Dunia Idola"

Diposting oleh Ayu Aiueo di Rabu, Mei 05, 2010 0 komentar


Hai temen-temen semua!
Nih, abum IDOLA CILIK 3 udah keluar.
Judulnya "Dunia Idola"

Cepe beli ya! Jangan yang bajakan lho!!
Tapi aku mau protes nih, masa isinya cuma 8 lagu doang?
wah wah..
Dulu pas album ICil 1, aku beli juga albumnya, nah, ada 12 lagu nih! Seneng gitu.. Banyak isinya.. Tapi pas beli album ICil 2 aku agak kecewa soalnya isinya cuma 8 lagu..
Nah nah, sekarang? Cuma 8 lagu juga! Huh..

But, terserah.. Yang penting aku bisa dengerin suaranya Rio, Lintar, Ozy sama Zevana lagi.. *sayang nggak ada Gaby* hoho

Minggu, 02 Mei 2010

My Story

Diposting oleh Ayu Aiueo di Minggu, Mei 02, 2010 0 komentar
“Apa??!!” Oik berteriak histeris begitu membaca sebuah sms dari Cakka. Buru-buru dia menelepon kakaknya, Rio.
“Kak? Cepet anterin Oik ke rumah sakit! Darurat!” ujar Oik begitu Rio akan mengucapkan halo dari seberang sana.
“Kenapa toh kamu, Ik? Sekarang kamu dimana?” jawab Rio berusaha tenang.
“Aku di toko depan sekolah!! Udah ceritanya nanti. Pokoknya kakak kesini dulu!! Cepetan!” seru Oik makin tak sabar.
“Iya, iya” sambungan diputus.

Dengan nafas tersengal-sengal Oik duduk di teras toko.
Sebetulnya tadi dia ingin membeli snack. Tapi setelah menerima sms dari temannya, Cakka, dia mengurungkan niatnya.


From : Cakka
Ik, Obiet kcelakaan wktu naik speda plg skul. Kmu ke RS ********** skrg!
Alvin jg ad disini sma aq.



Keke yang kebetulan lewat, heran melihat Oik yang kelihatan cemas.
“Oik!!” Keke berseru, membuat Oik kaget setengah mati. Keke meringis,
“Jangan ngelamun, Ik! Kesambet tau rasa,” ucap Keke, seraya membenahi bandonya.
“Ngg.. Obiet kecelakaan Ke..” cerita Oik ragu
“Hah??!! Kecelakaan?! Kok aku nggak tahu, sih Ik? Kenapa nggak bilang dari tadi, sih?” sembur Keke histeris.
“Abisnya..” jawab Oik lirih
“Ya udah, sekarang Obiet dirawat dimana?” potong Keke cepat

Oik memperlihatkan sms Cakka. Jujur, dia belum pernah ke RS yang disebutkan Cakka. Makannya dia cepat-cepat meminta Rio untuk mengantarnya.
“Jadi kita mau langsung ke RS ini?”
Oik menggeleng, “Kak Rio mau nganter kita. Tunggu sebentar.”
Beberapa menit kemudian, Rio datang dengan motor kesayangannya. Kakak Oik ini memang sudah SMA, sebentar lagi kelas 12. Dengan berdesakan, kedua cewek itu membonceng Rio ke RS..



***



Begitu sampai di RS, Oik dan Keke langsung menanyakan kamar Obiet.
Setelah mbak resepsionis selesai memberitahu, keduanya menghambur ke ruangan yang dituju. Rio sampai terheran-heran, tidak pernah Oik sepanik ini..

Ruang Anggrek no. 04

Oik membuka pintu pelan. Alvin dan Cakka yang menemani Obiet menoleh,
“Oik? Keke? Kok..” Alvin berujar,
“Tadi aku udah kasih tahu.” Sergah Cakka
“Obiet gimana?” Keke mengalihkan pembicaraan
“Nggak parah, Cuma dia syok aja. Harus dirawat inap. Kasihan dia, mama papanya sedang pergi ke luar negeri.” Kata Alvin, lalu mendesah.
“Biet..” Oik memegang tangan Obiet yang lemas, terisak.
“Udah Ik, nanti dia bangun. Aku tahu kok, rasanya melihat sahabat kita sakit.” Ujar Cakka
Oik hanya menurut, kalau itu membuat Obiet nyaman.

Hp Oik berbunyi, ada telepon.
“Dek, kakak ada les, nih. Mau ditinggal atau ikut pulang?” terdengar suara Rio
“Ehmm, ikut aja deh kak. Nanti nggak tahu jalan lagi.” Jawab Oik
“Ya udah cepet ke ruang tunggu!” Klik!
Oik menoleh ke teman-temannya,
“Aku harus pulang. Ke, mau ikut pulang nggak?” tawarnya
Keke mengangguk, “Aku ikut kamu aja.”
“Kalau gitu, Vin, Ka, kami pulang dulu, ya. Jagain Obiet. Hehe..” pesan Oik cengengesan
“Siap non!” Cakka dan Alvin mengacungkan jempolnya



***



Malamnya, Oik tidak bisa fokus belajar. Padahal besok ada ulangan sejarah.
Akhirnya dia memutuskan menulis di diarynya,

Diary,
Oik sedih banget. Obiet masuk RS gara-gara kecelakaan. Apalagi, di rumahnya hanya ada nenek Tio yang menemani Obiet. Kamu juga pasti sedih, kan?
Tapi, kenapa, ya, Oik jadi panik banget waktu tahu Obiet kecelakaan. Kamu kan tahu, Oik anaknya cuek, selalu nggak mau peduli. Tapi kali ini beda..

Apa jangan-jangan...
Ah, nggak boleh! Oik sama Obiet cuma sahabat! Oik nggak boleh jatuh cinta sama dia! Apalagi, Obiet kan udah punya pacar, Sivia. Sivia juga temen deket aku. Masa’ aku mau nusuk dia dari belakang? Duh, Oik jadi pusing, deh, diary..

Oik menutup diarynya. Menghela nafas panjang.
‘Lebih baik aku tidur aja’ pikirnya.



***



“Hoi, bangun! Udah siang! Kamu mau berangkat nggak sih?” seru Rio dari ambang pintu.
Oik membuka matanya, “jam berapa, sih kak?”
“Enam,” jawab Rio singkat. Oik terbelalak. Cepat-cepat menyambar handuk dan masuk ke kamar mandi. “Dasar aneh!” gumam Rio


Di sekolah, Oik langsung menghempaskan tubuhnya ke bangku sebelah Shilla.
“Kayaknya keburu-buru banget sih?” tanya Shilla penasaran
“Ya iyalah, bangun kesiangan, sepatu ngilang eh nggak tahunya abis dicuci bunda. Abis itu, tadi gerbangnya hampir ditutup pak satpam yang killer itu. Sebel, tahu nggak!” cerocos Oik dengan dada naik turun. Shilla terkikik, “Salah sendiri bangun telat.” Sambung Dea dan Keke yang duduk dibelakang. ‘Iya, sih!’ seru Oik dalam hati.

Dia menoleh ke bangku sebelah Alvin. Kosong. Biasanya, si penghuni selalu datang pagi-pagi, lalu sibuk mengerjakan tugas yang belum selesai.
“Obiet nggak berangkat, ya? Tumben.” Ujar Shilla, tepat seperti pikiran Oik.
“Kamu belum tahu, Shil? Obiet kemaren kecelakaan.” Kata Keke
“Hah?!” respon Shilla sama persis dengan Keke kemarin.
“Harus jenguk nanti, nih. Kamu ikut, Dea?” tanya Shilla
Dea mengangguk semangat, “Obiet kan sering contekin aku PR.”
“Oh, jadi pamrih nih?” goda Oik disambut tawa lainnya.

“Pak Fandi datang!” seru Ray dari depan kelas, terburu-buru duduk di bangkunya.
Sekejap kelas jadi sepi. Dari luar, masuk guru tua nan galak.
“Hari ini ulangan, kan?”
“Ya, pak!” sahut semua murid serempak. Oik menepuk dahinya,
“Ya ampun!!”
“Belum belajar?” tanya Shilla lirih. Oik mengangguk pasrah. Shilla tertawa kecil.


Dan setelah bapak koreksi, hanya beberapa anak yang harus remedial. Oik, Deva dan Oliv.”
Suasana jadi riuh, yang tidak remedial senang, yang remedial cuma bisa pasrah.
“Kasihan kamu, Ik.” Ejek Debo dan Patton, pembuat onar di kelas mereka.
“Makasih ya, udah ngasihani aku!” jawab Oik sakartis. Dia malas membuat perkelahian dengan keduanya. Debo dan Patton tertawa penuh kemenangan.
“Biarin aja, Ik. Dasar kurang kerjaan.” Sahut Dea. Oik tersenyum, “Sip!”


***


Gimana pren? Ini cerita baruku. Komen ya?
Sankyu..
 

Gemini Jurnal's Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review