Rabu, 02 Oktober 2013

New Friend, New Rival - Cerpen #2

Diposting oleh Ayu Aiueo di Rabu, Oktober 02, 2013
"Afi!"
Aku menoleh, "ya?"
Ternyata  Awan yang berpakaian seragam putih-biru berlari menghampiriku.
"Sudah siap?" tanyanya.
"Siap dong!" jawabku sambil tersenyum.

Kami berjalan menyusuri trotoar... melewati gedung SMP kami.
Ya, hari ini kami akan menjadi peserta MOS SMA N 1 Batang!



----



Bunyi sirine terdengar nyaring di seluruh sekolah. Tandanya, peserta MOS harus segera berbaris di lapangan basket untuk apel. Baru kali ini aku mengikuti MOS yang sesungguhnya. Di SMPku, MOS hanya berupa games dan materi dari guru pembimbing. Garing? Iya emang.

"Baris yang rapi!" komando seorang cewek yang menjadi panitia MOS.
"Jangan ada yang ketawa! Kalian pikir lucu, hah!" teriak seorang panitia lagi saat beberapa barisan cekikikan gara-gara pemimpin upacara salah bicara.

Wah, teriakan dan teguran bertebaran dimana-mana. Ini ya, yang namanya MOS?


"Sekarang kalian cari daftar kelas yang memuat nama kalian, dek. Cari di sekitar lapangan ini. Tiga menit!" suruh panitia cewek, yang kutahu namanya Kak Evy.

Aku, dan semua peserta MOS langsung berlarian mencari daftar kelas yang memuat nama kami masing-masing. Sudah tujuh kelas yang aku temukan tapi tidak ada satupun yang memuat namaku. Ah! Ada satu daftar yang ditempel di punggung kakak panitia. Aku segera melihatnya. Sepuluh dua.


---



"Huaa, sekelas lagi!" Jerit Arvita begitu melihatku ikut berbaris di barisan kelas sepuluh dua.
Aku memandang satu persatu calon teman sekelasku. Lagi-lagi ada Arvita, Ita, Meg dan Bahrul yang dulu teman sekelasku di SMP. Lalu ada Hanif, yang sudah dari TK sekelas denganku, huh. Dan ada... Awan. Astaga.

Awan tersenyum begitu melihatku. Segera wajahku memerah,
"Ah lagi-lagi ada Hanif." aku mengalihkan perhatian dengan mengeluh agak keras.
"Aku juga bosen lihat kamu terus," balas Hanif sambil meringis.
"Kalian jodoh..." ucap Mega asal, yang segera disambut pandangan sinis dariku dan Hanif

Aku memandang sekilas ke arah Awan. Setelah menyatakan perasaannya, dia tidak memintaku jadi pacarnya atau apa itu yang sejenisnya. Maka dari itu, tidak ada yang tahu kalau aku dan Awan ada 'something' karena aku mau bilang juga kami belum ada kata "jadian".
Aku sendiri bingung untuk apa dia bilang suka tapi tidak menembakku? Jangan-jangan dia memang sekedar bilang suka, tanpa ingin pacaran. Ah, cowok emang susah dimengerti...



---



MOS berakhir.
Kegiatan belajar mengajar sudah mulai berjalan. Ternyata anak sekelasku semuanya asik dan nggak suka nge-geng. Hanya mungkin masih bingung untuk memulai percakapan pada teman baru.

"Eh, cowok di kelas kita lumayan keren-keren deh," kata Septi, saat para cewek sedang kumpul untuk mengganti seragam osis dengan seragam olahraga.
"Bener, tuh contohnya si Dida, yah walaupun tinggian aku sih daripada dia," ucap Ulka
"Fram juga keren kok," sambung Arvita
"Kerenan Awan kali," kata Nita
"Eh bener juga, iya tuh Awan lumayan deh," jawab Herdina

Deg. Baru juga beberapa hari, sepertinya Awan sudah jadi inceran cewek nih.
Ita menatapku sambil meringis. Memang hanya dia yang aku ceritakan perihal pernyataan suka Awan.

"Si Hanif aja, keren kan?" tiba-tiba Ita mengalihkan dari pembicaraan si-Awan-lumayan-deh
"Wah, kalau si Hanif malah imut tau, haha!" sanggah Wulan
"Gimana sih Ta, Hanif itu lucu, bikin gemes, bukan keren," ucap Nita sambil tertawa, disambung ocehan anak-anak lain yang sudah berganti menjadi si-Hanif-yang-imut-lucu-gemesin.
Ah, aku jadi ingin memeluk Ita sekarang juga.




---




"Jadi suka deh, sama Awan." ucap Nita. Beberapa cewek yang nggak sengaja mendengar, termasuk aku. langsung menoleh. Kami sedang melihat para cowok yang asik main futsal.
"Kamu suka Awan? Nggak salah?" tanya Herdina.
"Nggak, lah. Keren lagi..." jawab Nita sambil tersenyum-senyum.
"Ciee, pedekate aja Nit," saran Meg.
Nita menoleh padaku, "menurutmu gimana, Fi?"
"Eh... ya terserah kamu aja Nit," jawabku tergagap

Tiba-tiba Nita berdiri sambil mengepalkan tangan ala semangat orang Jepang
"Oke,  Nita siap beraksi!" serunya membuat yang ada di lapangan futsal jadi terheran-heran. Aku? Aku lagi-lagi saling pandang dengan Ita, yang bertanya-tanya ada apa dengan Nita.
Waduh, gawat nih....

0 komentar:

Posting Komentar

 

Gemini Jurnal's Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review