Jumat, 19 November 2010
8b - Corbee
Aku pengin nulis sesuatu tentang anak-anak Corbee. Langsung aja nyok!
Saat kalian menginjakkan kaki di kelas ini, kalian akan mendapati kerusuhan *tentu saja kalau pas jam sekolah*. Kerusuhannya nggak tanggung-tanggung. Tiap jam kosong, selalu dipake buat hal-hal yang positif *menurut anak Corbee, sih positif*. Misal aja :
.Main bola di kelas
.Ngacir ke toilet
.Ngobrol gila-gilaan
.Karaokean *nggak ada micnya
.Nonton film *pake LCD super bolot
.Ngerumpi
.Ngemil *sedia jajan sebelum lapar
.Kejar-kejaran nggak jelas
.Baca novel or komik pinjaman
Yah, kita-kita emang terdiri dari kumpulan anak-anak nggak waras semua. Walau pun sering banget dimarahin guru *baru-baru ini paling parah* en bisa dibilang hampir tidak ada satu pun yang normal. Sumpeh!
Paling seru sih waktu pensi kemarin *udah lama ya padahal*. Kita lagi bingung mau nampilin apa buat pensi. Tiba-tiba aja terlintas ide buat bikin drama musikal. Walau pun tadinya aku rada pesimis, soalnya kemarin pas kelas 7 sempet mau nampilin drama musikal tapi gajadi gara-gara mepet waktunya.
So, aku kasih tau ke Dini tentang ideku. Dininya sih manggut-manggut aja. Dan nggak taunya si Diva sama Firda punya ide bikin drama musikal. Dan jadilah kami ngerencanain drama musikal yang membingungkan. Kenapa? Karena :
1. Sudah ditulis di atas bahwa anak Corby itu nggak ada yang bener, jadi susah ngaturnya
2. Bikin ide cerita itu nggak segampang yang kami kira.
3. Kami harus nge-mix backsoundnya
4. Susah cari pemainnya
5. Nggak ada yang mau main dramanya
Akhirnya, kami membuat cerita begini :
Ada cowok yang suka sama temen ceweknya, en akhirnya nembak.
Terus si cewek nerima si cowok. Abis itu si cowok keliatan deket sama cewek laen, dan ngebuat si cewek cemburu. Mereka berantem sebelum akhirnya putus, dan memutuskan untuk bersahabat lagi.
Simpel? Memang simpel sih. Cuma prosesnya nggak simpel sama sekali. First, kita harus nentuin dulu, siapa yang mau meranin tokoh-tokohnya.
Awalnya sih, yang jadi cowok itu Jonathan *ketua kelas yang jadi biang rusuh*. Dan si ceweknya diperanin Cita. Tapi karena kami menghargai pacar Jonathan *nanti kalo kena serampang kan nggak elit juga* kami mengganti Jonathan dengan Hida melalui hompimpah. Si Hida ini pinter akting, cuma agak lebay. Hahaha
Dan setelah berunding, akhirnya jadilah seperti ini :
* Hida : si cowok
* Cita : si cewek
*Jonathan, Nana : temennya Hida
* Almira, Firda : temennya Cita
* Maura : cewek yang bikin Cita cemburu
* Diva : temennya Maura
Di belakang layar :
* Rezky : yang nge-mix lagu
* Ayu (saia) dan Almira : penyedia tempat latihan
* Ratna : yang ngerekam drama di tengah kerumunan penonton
* All members Corbee : untuk dukungannya
Kami dapat nomor urut 6. Awal pensi sih, kami masih adem-adem aja. Nomor urut pertama sih aku masih inget banget, 8d. Soalnya ada zim-zim *kalau saia tulis di sini, bisa-bisa saia digamplang sama Dini*
Di depan kelas kami, sudah ditata oleh para guru PPL *pensi ini kan buat perpisahan PPL juga* dan pengurus OSIS *haha, saia nggak dateng, dasar pengurus ndableg*. Ada pameran bingkai foto yang dibuat anak-anak kelas 7 dan batik celup ikat hasil karya kelas 8.
Tema pensi tahun ini tuh batik. Para pengurus OSIS dan guru-guru pada pakai batik semua. MCnya juga. Pokoknya rame dah!
Pas nomor urut 5 tampil, anak-anak di kelasku yang ribut. Pada nyiapin diri buat tampil. Hahaha. Si Jonathan sampe nervous gitu. Tapi semuanya berjalan lancar.
Awal diputarnya lagu pembuka drama, semua penonton membludak di tengah lapangan *walau ada panggung, tapi drama dilakukan di lapngan basket*. Pas adegan nembaknya, pada histeris gitu. Rame! Sampe para guru PPL jadi polisi dadakan buat ngamanin penonton gitu. Hahaha
Last, akhirnya pengumuman juara juga. Nggak seperti tahun kemarin yang juaranya dibagi-bagi (di kelas 7, 8, dan 9 masing-masing diambil 3 terbaik). Tahun ini, semuanya dicampur. Juara 3, dan dua udah diumumin. Deg-degan deh, moga dapat juara. Tapi ternyata juara satunya 9e. Jah, 3 juaranya masa kelas 9 semua?
But, waktu salah satu guru PPL bilang masih ada juara umumnya, kami masih ada harapan buat menang. And, 8b dapat juara umum. Kita dapet bingkisan gede. Pas dibuka, wah, isinya snacks sama fanta ukuran gede. Slap! Dalam waktu sepuluh menit, snacks habis ludes des. Hahaha, nggak papa lah. *saia nggak dapat =="
Kami juga dapet juara 1 lomba power point, juara 2 sepak bola cewek *entahlah, tahun ini nggak ada sepak bola cowok*, juara 2 lomba rubik. Senangnyoo..
Oke, segini aja postingan gajeku. See you soon!
Thanks!
Minggu, 24 Oktober 2010
Lomba Software APICTA Se-Asia Pasifik
KOMPAS.com — Kemenangan Fahma Waluya (12) dan adiknya Hania Pracika (6) dalam lomba software APICTA International 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia, pekan lalu membuktikan bahwa anak Indonesia juga jago membuat software. Tak harus software yang canggih langsung dengan animasi tiga dimensi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana software tersebut bisa bermanfaat.
Kakak beradik asal Bandung itu telah membuktikannya. Seperti anak-anak lainnya, Fahma pun suka bermain game di PC atau ponsel. Namun, ia mengajak kawan-kawannya tidak hanya bermain game, tetapi juga membuat game sendiri.
Pengalamannya membuat software berawal dari kesenangannya bermain software animasi. Sejak duduk di kelas 4, Fahma sudah membuat presentasi dengan Power Point dan setahun kemudian ia mulai berkenalan dengan Adobe Flash. Dengan Adobe Flash saja, ia kini sudah menghasilkan beberapa software edukasi untuk anak-anak.
Software pertamanya yang diberi nama Bahana untuk memperkenalkan warna, angka, dan huruf. Dalam waktu dua tahun kemudian, ia sudah menghasilkan beberapa software berbasis Flash, seperti ENRICH (English for Children) untuk belajar Bahasa Inggris, MANTAP (Math for Children), Doa Anak Muslim (Prayers for Children), Asmaul Husna, dan lainnya.
Fahma dan Hania berkolaborasi dalam pembuatan beragam aplikasi tersebut. Pembuatan software dikerjakan Fahma, sedangkan adiknya menjadi sumber ide, beta tester, termasuk merekam suara yang dibutuhkan untuk melengkapi aplikasi tersebut. Uniknya, semua ide software berangkat dari kebutuhan belajar adiknya.
“Aku sayang adikku, Hania, meskipun dia kadang-kadang rewel, terutama saat dia tidak ada kegiatan atau permainan. Dia sekarang sekolah di TK B Cendikia, Bandung. Dia senang memainkan ponsel, terutama punya ibuku. Sejak di playgroup, dia senang belajar. Aku ditantang ayahku untuk membuat aplikasi di HP ibuku agar adikku bisa bermain sambil belajar. Akhirnya, dibuatlah aplikasi untuk ponsel ibuku,” kata Fahma dalam pengantar aplikasi yang didaftarkan di APICTA 2010.
Tentu saja keberhasilan Fahma dan Hania berkat bimbingan kedua orangtuanya, Dr Yusep Rosmansyah, seorang dosen dan peneliti di ITB dan Yusi Elsiano, seorang praktisi perkembangan anak. Saat Fahma menyatakan minatnya mendalami Flash, orangtua memberi kesempatan untuk kursus. Orangtua juga yang memberi masukan dan nasihat agar hobi membuat software tetap bisa disalurkan di tengah aktivitas yang padat.
Aplikasi buatannya dicoba di ponsel Nokia E71 milik ibu dan ayahnya. Aplikasi “My moms mobile phone as my sisters tutor” yang menang dalam ajang APICTA 2010 itu merupakan kumpulan aplikasi yang terus dikembangkan kedua kakak beradik itu. Aplikas-aplikasi tersebut tersedia gratis untuk diunduh melalui situs web yang dikelola ibunya di www.perkembangananak.com. Bahkan, beberapa software juga tersedia gratis di OVI Store untuk ponsel-ponsel Nokia.
Saat memperkenalkan software buatannya beberapa waktu lalu, Fahma mengatakan punya keinginan dapat terus mengasah keterampilannya dalam pemrograman software. Saat ini, ia tengah memperdalam software untuk membuat aplikasi tiga dimensi dan belajar bahasa pemrograman C++ dengan bimbingan ayahnya. Harapannya, tentu dapat menghasilkan aplikasi-aplikasi yang lebih baik. Nah, kecil-kecil ternyata anak Indonesia jago bikin software juga kan.
sumber:
http://tekno.kompas.com/read/2010/10…kin.Software-5
Rabu, 20 Oktober 2010
Aku Malaikat Kecilmu, Ibu
Rabu, 15 September 2010
Bumi Cinta - Habiburrahman El Shirazy

Habiburrahman El Shirazy
Penerbit BASMALA
546 halaman
Harga : Rp. 50.000,00
CERITA
Dan tersebutkah seorang pemuda Indonesia bernama Muhammad Ayyas, seorang mahasiswa pasca sarjana di Delhi, India yang juga seorang santri. Muhammad Ayyas yang sebelumnya kuliah di Madinah ini berniat ingin mengerjakan tugas penelitian dari Dosen pembimbingnya yaitu mengenai Kehidupan Umat Islam di Rusia pada masa pemerintahan Stallin.
Tibalah ia di Rusia dengan disambut oleh teman lamanya David. David inilah yang mencarikan apartemen tempat tinggal untuk Ayyas. Dengan alasan keterbatasan budget yang dimiliki Ayyas dan lokasi apartemen yang strategis ternyata David hanya bisa mendapatkan sebuah apartemen yang berbagi dengan orang lain. Parahnya teman seapartemennya itu adalah dua orang wanita Rusia yang jelita. Serangkaian masalah bagi Ayyas pun bermula dari sini.
Yelena seorang perempuan malam kelas atas dan Linor seorang pemain biola yang akhirnya diketahui sebagai agen rahasia Mossad adalah 2 wanita yang menjadi teman seapartemen Ayyas. Apartemen yang memiliki 3 kamar ini mengharuskan Ayyas harus selalu berinteraksi dengan keduanya di ruang tamu, dapur, dan ruang keluarga. Sungguh ini merupakan godaan keimanan yang dahsyat bagi Ayyas yang mencoba menjaga kesucian dirinya sebagai muslim.
Godaan bagi Ayyas tidak hanya sampai di situ, dosen pembimbing yang dirujuk oleh dosennya di Delhi tidak bisa melakukan bimbingan ke Ayyas karena sesuatu hal, dia menyerahkan tugas bimbingan ini kepada asistennya. Dan ternyata sang asisten adalah seorang gadis muda jelita bernama Anastasia, seorang penganut kristen ortodoks yang sangat taat.
Interaksi yang intens sang asisten dengan Ayyas menimbulkan rasa simpati yang lebih di hati Anastasia kepada Ayyas. Ketertarikan itu pun kian hari kian menguat. Di lain pihak Yelena tengah dilanda konflik dengan sang mucikari dan Linor sang agen Mossad tengah menyiapkan rencana jahat kepada Ayyas, yaitu menyiapkan rekayasa fitnah sebuah pengeboman yang diarahkan agar Ayyas sebagai pelakunya.
Tiga wanita inilah yang mendominasi jalannya kisah dalam Bumi Cinta. Tidak ada konflik yang sedemikian hebat dalam kisah ini sebagaimana kita temui pada sosok Fahri yang sempat masuk penjara di Mesir, atau tokoh Furqon yang sempat terkena virus HIV. Di sini tokoh Ayyas hanya "nyaris" dipenjara karena difitnah melakukan pengeboman di Hotel Metropole oleh Linor.
Kisah ini juga dilengkapi dengan peristiwa pembantaian Zionis terhadap muslim Palestina di Sabra dan Sathila. Nuansa romansa memang terasa sangat kental di sini. Tiap halaman akan kita jumpai gejolak perasaan Ayyas atas wanita-wanita jelita yang dijumpainya.
KEKURANGAN
Lagi-lagi Kang Abik menampilkan tokoh yang terlalu sempurna di sini. Muhammad Ayyas memang dikisahkan tidak tampan dan juga tidak jelek, namun ia sangatlah cerdas, saleh, tawadhu, memiliki kepekaan sosial yang luar biasa, sangat romantis dan sifat-sifat baik lainnya. Bahkan berkali-kali Ayyas digambarkan menangis akan hal-hal yang ia anggap merupakan dosa atau mendekati dosa.
Banyak terdapat dialog-dialog yang sangat panjang yang jika kita bayangkan dalam dunia nyata ini akan sangat tidak realistis. Kang Abik dalam hal ini kurang halus dalam menyusupkan nilai-nilai dakwah. Tidak seperti dalam Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih, dialog-dialog bermuatan dakwah dalam novel ini ada kesan menggurui dan terlalu berpanjang-panjang.
Plot cerita terasa sangat datar. Ketika peristiwa pengeboman terjadi saya berharap ini menjadi klimaks cerita tentang kedzaliman yang harus dihadapi Ayyas, namun sayang ini sekali ini tidak kita jumpai. Tokoh Ayyas di sini tidak menghadapi konflik yang berarti alias bahagia-bahagia saja sepanjang cerita.
KELEBIHAN
Sebagaimana novel sebelumnya, Bumi Cinta sarat degan muatan dakwah. Kisah romansa berbalut nilai dakwah ini disajikan dengan apik dan asyik untuk dinikmati. kang Abik juga menyelipkan kisah Sabra dan Sathila yang merupakan kisah pembantaian Zionis atas muslim Palestina.
Kang Abik menggambarkan kota Moskow dengan amat sangat detail, dari lokasi-lokasi strategis, gedung-gedung bersejarah, makanan khas Rusia, metro yang merupakan kebanggaan masyarakat Moskow, gaya hidup masyarakat di sana serta hal lainnya. Semua digambarkan dengan sangat jelas dan detail. Kutipan-kutipan bahasa Rusia juga benar-benar mampu menghanyutkan pembaca seakan benar-benar berada di negeri Rusia.
Akhir kisah yang menggantung, yaitu ketika Linor ditembak oleh agen Mossad setelah ia berhijrah ke Islam. Hingga halaman terakhir tidak diketahui apakah Linor ini akan mati atau selamat. Terus terang ini sangat membuat penasaran.
KEINDAHAN KOTA MOSKOW
Inilah beberapa foto beberapa lokasi yang menjadi latar belakang novel Bumi Cinta ini. Kita bisa membayangkan betapa indah dan cantiknya kota Moskow itu :)
Sheremetyevo Airport, bumi Rusia yang pertama dijejak Ayyas
Apartemen Kwartina, tempat tinggal Ayyas bersama Yelena dan Linor
MGU, Universitas kebanggaan masyarakat Moskow
KBRI di Moskow
Stasiun Metro Smoleskaya, lihat kemegahannya
Stasiun Metro Kievskaya, sebuah keanggunan yang berkelas
Stasiun Metro Komsomolskaya, ini stasiun atau istana ya?
Blue Mosque, satu dari 5 buah masjid di Moskow
Gereja St. Basil di Red Square (lapangan merah)
Hotel Metropole yang menjadi sasaran pemboman dalam novel ini